Kemnaker Gelar Uji 2.100 Calon Ahli K3, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

    Kemnaker Gelar Uji 2.100 Calon Ahli K3, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
    Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli

    JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) baru saja menyelesaikan rangkaian Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti oleh 2.100 peserta. Kegiatan penting yang berlangsung pada 12 hingga 13 Mei 2026 ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia, menunjukkan komitmen kuat untuk menanamkan budaya keselamatan kerja yang lebih baik.

    Sebanyak 2.100 calon Ahli K3 Umum dari seluruh penjuru negeri berkumpul, bersemangat untuk menguji dan memperdalam pemahaman mereka tentang K3. Acara ini, yang diselenggarakan berkat kolaborasi apik dengan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), merupakan langkah strategis Kemnaker. Tujuannya jelas: membekali para profesional masa depan dengan kompetensi yang solid agar mampu menumbuhkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan pada akhirnya, lebih produktif.

    Evaluasi ini tidak hanya terpusat di satu lokasi, melainkan dilaksanakan secara serentak di berbagai pusat kegiatan seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Hal ini mencerminkan upaya ambisius Kemnaker untuk menjangkau dan memperkuat kompetensi K3 di dunia kerja secara merata di seluruh Indonesia.

    Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam pernyataannya menekankan betapa krusialnya penguatan kompetensi para Ahli K3 ini. Beliau melihatnya sebagai fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan risiko yang semakin tinggi di dunia kerja modern. Kehadiran 2.100 calon Ahli K3 ini, menurutnya, adalah investasi berharga bagi kemajuan ekosistem ketenagakerjaan nasional.

    "Kemnaker terus mendorong agar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya dipahami sebagai kepatuhan terhadap regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang melekat di setiap tempat kerja. Karena itu, kualitas Ahli K3 harus dipastikan sejak proses pembinaan dan sertifikasi, " ujar Yassierli.

    Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3), Ismail Pakaya, menambahkan bahwa evaluasi ini adalah tahapan krusial. Tujuannya adalah memastikan para calon Ahli K3 Umum benar-benar memiliki bekal yang cukup untuk memahami dan menerapkan norma-norma K3 di berbagai lingkungan kerja.

    "Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan calon Ahli K3 benar-benar memahami norma dan prinsip K3, sehingga mampu menjalankan perannya secara profesional dalam menciptakan budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif, " kata Ismail Pakaya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (12/5/2026).

    Materi yang diujikan dalam evaluasi ini mencakup spektrum K3 yang luas, mulai dari dasar-dasar K3, pengawasan norma keselamatan kerja pada berbagai aspek seperti mekanik, pesawat uap dan bejana tekan, pesawat angkat dan angkut, hingga keselamatan kerja listrik, penanggulangan kebakaran, keselamatan konstruksi bangunan, dan penilaian lingkungan kerja. Selain itu, pemahaman mengenai Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan manajemen risiko juga menjadi bagian penting dari ujian.

    Ismail Pakaya menjelaskan bahwa evaluasi ini merupakan syarat mutlak sebelum para peserta berhak mendapatkan sertifikasi dan penunjukan resmi sebagai Ahli K3 Umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Kemnaker.

    "Kami berharap para calon Ahli K3 Umum yang lulus evaluasi dapat menjadi agen perubahan budaya K3 di tempat kerja, mampu mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja, serta mendorong penerapan SMK3 secara efektif di perusahaan masing-masing, " tuturnya. (PERS) 

    kemnaker ahli k3 keselamatan kerja k3 sertifikasi indonesia kemnaker ahli k3 keselamatan kerja k3 sertifikasi indonesia
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Petani Muda Labuhanbatu Jadi Mitra Program...

    Artikel Berikutnya

    Menhub Apresiasi Kesiapan Korlantas Polri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Tim Kapak Merah Polsek IV Nagari Ringkus Pelaku Curanmor, Motor Curian Diamankan di Kelok 44
    Awasi Distribusi Solar Bersubsidi, Polres Agam Intensifkan Pengawasan SPBU di Kawasan Maninjau
    Polri Hadir di Tengah Duka, Kapolsek Tanjung Emas Pimpin Doa Pemakaman Remaja Korban Tenggelam
    Aktivis Anti Korupsi Kabupaten Pekalongan Adukan Dugaan Pengondisian Tender Rp.15 Miliar ke GNPK-RI Pusat
    Polres Agam Bongkar Jaringan Sabu di Lubuk Basung, Bandar dan Dua Rekannya Ditangkap

    Ikuti Kami