JAKARTA – Semangat kolaborasi untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang inklusif kian terasa. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, Senen (11/05/2026) menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Pusat Prajaniti Hindu Indonesia. Pertemuan ini berfokus pada gagasan penting: membangun sarana ibadah yang representatif bagi seluruh pemeluk agama di IKN.
Dalam suasana hangat di Istana Wapres, Jakarta, Senin, perbincangan mengalir mengenai usulan konkret Prajaniti Hindu Indonesia. Mereka tidak hanya berbicara tentang pembangunan tempat ibadah, namun juga tentang visi kesetaraan dan keberagaman yang harus tercermin di jantung Indonesia yang baru.
Wapres Gibran menunjukkan perhatian mendalam terhadap penyediaan fasilitas ibadah yang memadai dan menghargai semua umat beragama. Keinginan pemerintah untuk memastikan setiap warga negara, terlepas dari keyakinannya, dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan layak di IKN menjadi prioritas.
"Bapak Wapres dengan penuh semangat, peduli, memperhatikan supaya pembangunan tempat ibadah semua agama, termasuk pura Hindu bisa dibangun dengan baik di IKN, " ungkap Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia, KS Arsana, usai pertemuan. Pernyataan ini mencerminkan antusiasme yang sama dari kedua belah pihak untuk mewujudkan IKN sebagai simbol toleransi.
Lebih dari sekadar sarana ibadah, Prajaniti Hindu Indonesia juga menyampaikan aspirasi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan IKN melalui ranah pendidikan. Pengembangan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi fokus utama mereka.
Arsana menjelaskan bahwa gagasan membangun sekolah inklusif berlandaskan alam ini disambut baik oleh orang nomor dua di Indonesia. "Kami berharap bisa berkontribusi dalam pembangunan IKN Nusantara dengan membangun sekolah inklusif kebangsaan berbasiskan alam di IKN, " tuturnya.
Antusiasme Wapres Gibran dalam mendengar langsung visi ini semakin menguatkan semangat para delegasi. "Bapak Wapres dengan penuh antusias memberi semangat kepada kami, " tambah Arsana.
Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti urgensi pelestarian dan penguatan nilai-nilai budaya lokal dalam setiap pembangunan daerah. Khususnya di Bali, yang kaya akan tradisi Hindu, kearifan budaya lokal diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan, bahkan dalam upaya menjadikan Bali sebagai pusat ekonomi dunia.
"Bapak Wakil Presiden juga menyampaikan pentingnya mengangkat kearifan budaya, khususnya dalam pembangunan Bali sebagai pusat ekonomi dunia, " pungkas Arsana, menegaskan sinergi antara pembangunan fisik, spiritual, dan budaya. (PERS)

Updates.