BANDUNG - Kodam III/Siliwangi merintis program pembinaan generasi muda yang belum pernah ada sebelumnya melalui 'Siliwangi Santri Camp'. Inisiatif perdana ini secara khusus dirancang untuk menyasar ribuan santri dari berbagai penjuru Jawa Barat, sebuah terobosan yang membedakannya dari program serupa yang umumnya diperuntukkan bagi pelajar umum.
Selama tiga hari, mulai Jumat (17/4) hingga Minggu, Lapang Kujang, Rindam III/Siliwangi, menjadi saksi bisu penanaman nilai-nilai kebangsaan dan semangat bela negara kepada sekitar 1.000 santri yang antusias berpartisipasi.
Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya program bersejarah ini, yang pertama kali difokuskan khusus untuk para santri. Ia menekankan, "Jawa Barat dan Banten ini adalah kegiatan pertama yang mungkin dilakukan dari Kodam. Biasanya santri camp itu untuk SMA dan SMK, hari ini kita gagas dari para santri."
Lebih dari sekadar penguatan spiritual, program ini dirancang untuk membekali para santri dengan pemahaman mendalam tentang kebangsaan. Harapannya, mereka siap menjadi garda terdepan bangsa, bahkan berpotensi menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad) di masa depan.
"Tujuannya agar mereka bukan hanya kuat secara spiritual, tapi juga memiliki wawasan kebangsaan, sehingga siap menjadi kader bangsa dan membela negaranya, " tegas Pangdam.
Program akbar ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), menghadirkan sinergi yang kuat demi masa depan bangsa.
Mengenai peluang para santri untuk bergabung menjadi prajurit TNI, Pangdam menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan pilihan individu. Kodam III/Siliwangi, katanya, selalu terbuka bagi siapa pun yang memiliki panggilan hati dan tekad kuat.
"Itu tergantung mereka. Kalau ingin menjadi anggota TNI, kita terbuka. Saya juga dulu dari santri, bisa juga jadi jenderal, " tuturnya penuh keyakinan, mematahkan stigma lama.
Beliau berharap, melalui kegiatan ini, semangat bela negara para santri akan semakin membara. Selain itu, ini juga menjadi bukti nyata bahwa latar belakang pesantren bukanlah halangan untuk meraih cita-cita di berbagai bidang, termasuk karir militer yang mulia.
"Selama ini ada anggapan santri susah jadi tentara, tapi buktinya bisa. Harapannya mereka punya semangat bela negara dan mental pengabdian kepada masyarakat, " imbuhnya, menyiratkan kebanggaan dan optimisme.
Wakil Gubernur Jawa Barat menyambut hangat inisiatif ini dan berharap 'Siliwangi Santri Camp' dapat menjadi program berkelanjutan. Mengingat besarnya jumlah santri di Jawa Barat, program ini dinilai sangat strategis untuk pembentukan karakter generasi muda.
"Ini yang pertama dan saya berharap bisa terus berkelanjutan. Santri di Jawa Barat ini jutaan, dan seribu peserta hari ini bisa menjadi contoh bagi yang lain, " ungkapnya.
Menurutnya, selain mendalami ilmu agama, penguatan rasa cinta tanah air bagi para santri adalah sebuah keniscayaan yang harus ditumbuhkan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan dukungan penuh untuk program-program yang menumbuhkan pemahaman kebangsaan.
"Dengan pengetahuan tentang kebangsaan dan ketentaraan, bukan tidak mungkin mereka juga bisa masuk TNI, " pungkasnya, membuka pandangan akan potensi besar para santri untuk berkontribusi di berbagai lini pertahanan negara. (PERS)

Updates.