Ziarah ke Makam Bung Karno, Lemhannas RI Perkokoh Komitmen Ketahanan Nasional

    Ziarah ke Makam Bung Karno, Lemhannas RI Perkokoh Komitmen Ketahanan Nasional
    Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., bersama jajaran pimpinan lembaga strategis ini, melaksanakan sebuah tradisi penuh makna. Pada Rabu (13/5/2026), rombongan melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam Bung Karno, Sang Proklamator dan pendiri Lemhannas RI,

    BLITAR - Menjelang peringatan hari jadinya yang ke-61, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar tradisi penuh makna di tanah kelahiran Bapak Bangsa. Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., beserta jajaran pimpinan lembaga strategis ini, pada Rabu, 13 Mei 2026, melakukan ziarah dan tabur bunga di Makam Bung Karno, Proklamator dan juga pendiri Lemhannas RI, yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas tahunan; ia adalah penegasan komitmen yang mendalam terhadap warisan gagasan serta cita-cita luhur sang pendiri.

    Tema besar peringatan HUT ke-61 Lemhannas RI, “Transformasi Lemhannas RI: Memperkokoh Ketahanan Nasional untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, menjadi latar belakang yang sangat relevan dengan kunjungan ini. Bung Karno, dengan visi kenegaraannya yang luas, mendirikan dan meresmikan Lemhannas RI pada 20 Mei 1965. Penziarahan ini merupakan wujud penghormatan tulus atas jasa serta peran sentral beliau dalam meletakkan fondasi bagi penguatan bangsa.

    Lebih dari sekadar penghormatan, kegiatan ini menjadi sarana vital untuk menjaga dan merawat semangat, gagasan, serta pemikiran visioner Bung Karno. Khususnya dalam konteks membangun ketahanan nasional yang kokoh, sebuah pilar fundamental bagi keberlangsungan bangsa dan negara di tengah kancah global yang terus berubah.

    "Bagi kami ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kami, penghargaan kami kepada Bapak Ir. Soekarno yang telah mendirikan Lemhannas Republik Indonesia dengan visi besar beliau yang ingin Indonesia memiliki ketahanan nasional yang kuat. Karena dengan ketahanan nasional yang kuat, tangguh, maka Indonesia akan mencapai kesejahteraannya, " ujar Ace Hasan Syadzily, pada Rabu (13/5).

    Lahirnya Lemhannas RI didasari oleh kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan dan melestarikan cita-cita luhur proklamasi kemerdekaan, tujuan nasional, serta menjaga keberlangsungan hidup bangsa di tengah pusaran dinamika geopolitik global yang tak pernah berhenti berputar. Sebagai Presiden Pertama RI, Bung Karno sendiri telah meletakkan fondasi intelektual Lemhannas RI melalui pidato-pidatonya yang menggugah, termasuk kuliah pertamanya mengenai Geopolitik.

    Dalam pandangannya yang jauh ke depan, Bung Karno membayangkan Lemhannas RI sebagai 'kawah candradimuka', sebuah tempat di mana para calon pemimpin bangsa dididik, disatukan, dan diintegrasikan. Tujuannya adalah agar mereka memiliki pemahaman mendalam mengenai geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi, sebagai bekal krusial dalam menghadapi kompleksitas lingkungan strategis global yang senantiasa menantang.

    Bung Karno bahkan menempatkan Lemhannas RI sebagai lembaga _think tank_ yang berakar pada posisi strategis geopolitik Indonesia. Pemikiran dan kebijakan strategis yang dicetuskan oleh Bung Karno tersebut kini terbukti semakin relevan dengan lanskap geopolitik global masa kini, yang tak jarang memengaruhi stabilitas nasional secara langsung.

    "Maka sebuah keharusan bagi pemimpin-pemimpin nasional, agar mereka memahami secara mendalam tentang situasi geopolitik global. Dan ini juga yang beliau selalu tekankan, agar Indonesia bisa menempatkan diri secara tepat di tengah situasi geopolitik global yang kita hadapi, " tegas Ace Hasan Syadzily.

    Dalam kegiatan ziarah yang khidmat tersebut, Gubernur Lemhannas RI didampingi oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma; Sekretaris Utama Lemhannas RI Komisaris Jenderal Polisi Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.; Deputi Kebangsaan Mayor Jenderal TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E.; para Tenaga Ahli Pengkaji, Tenaga Ahli Pengajar, dan Tenaga Profesional Lemhannas RI; serta para pejabat struktural Lemhannas RI dan Perista Lemhannas RI. Turut hadir pula Walikota Blitar H. Syauqul Muhibbin, S.H.I.; Wakil Walikota Blitar Elim Tyu Samba; dan Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M., sebuah kehadiran yang menunjukkan sinergi antarlembaga dalam merawat memori sejarah bangsa yang berharga. (PERS) 

    lemhannas ri bung karno blitar ketahanan nasional sejarah peringatan
    Ibrahim

    Ibrahim

    Artikel Sebelumnya

    Pangdam III Siliwangi Tekankan Disiplin...

    Artikel Berikutnya

    Menhub Apresiasi Kesiapan Korlantas Polri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polsek Tanjung Mutiara Perketat Pengawasan SPBU Tiku, Cegah Penyalahgunaan Solar Subsidi
    Tim Kapak Merah Polsek IV Nagari Ringkus Pelaku Curanmor, Motor Curian Diamankan di Kelok 44
    Awasi Distribusi Solar Bersubsidi, Polres Agam Intensifkan Pengawasan SPBU di Kawasan Maninjau
    Polri Hadir di Tengah Duka, Kapolsek Tanjung Emas Pimpin Doa Pemakaman Remaja Korban Tenggelam
    Aktivis Anti Korupsi Kabupaten Pekalongan Adukan Dugaan Pengondisian Tender Rp.15 Miliar ke GNPK-RI Pusat

    Ikuti Kami