TANGERANG - Melihat tumpukan sampah rumah tangga yang kian menggunung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mengambil langkah inovatif. Program pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos kini digalakkan di setiap Rukun Warga (RW) di lingkungan perumahan. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian bumi.
Gerakan ini mulai merambah berbagai kawasan permukiman, melibatkan langsung para pengurus RW, kader lingkungan yang berdedikasi, serta seluruh lapisan masyarakat setempat. Warga antusias diajak untuk memilah sampah organik sehari-hari, mulai dari sisa makanan yang tak terpakai, daun-daun kering yang berguguran, hingga berbagai sampah dapur lainnya. Semua ini akan disulap menjadi pupuk kompos bernilai guna tinggi untuk menyuburkan tanaman.
Ujat Sudrajat, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, menjelaskan urgensi dari program ini. "Langkah ini kami lakukan sebagai upaya konkret untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, " ujar Ujat Sudrajat.
"Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah organik yang biasanya dibuang kini dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk kompos, " tambahnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Selly Loamena, Selasa (19/5).
Tak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas pengolahan kompos di setiap RW, DLHK juga berkomitmen memberikan pelatihan intensif kepada warga. Pelatihan ini mencakup cara memilah sampah organik dengan benar dan teknik pengolahan yang efektif. Hasil pupuk kompos yang dihasilkan nantinya siap dimanfaatkan untuk program penghijauan lingkungan maupun mendukung kegiatan pertanian skala kecil di sekitar perumahan.
Sambutan hangat datang dari warga yang menilai program ini sangat positif. Mereka merasakan langsung manfaatnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain mampu mengurangi aroma tak sedap dari tumpukan sampah, program ini juga berkontribusi signifikan dalam menekan angka pencemaran lingkungan akibat akumulasi sampah rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Tangerang optimis bahwa program pengelolaan sampah organik ini akan terus berkembang dan diterapkan secara berkelanjutan di seluruh wilayah perumahan. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya mampu menekan volume sampah secara drastis, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi terciptanya lingkungan yang asri dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang. (PERS)

Updates.