Napi Lapas 1 Tangerang Produksi Bahan Bangunan Hemat

    Napi Lapas 1 Tangerang Produksi Bahan Bangunan Hemat

    TANGERANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kini menjadi pusat pemberdayaan narapidana (napi) melalui produksi bahan bangunan inovatif. Para napi dilibatkan dalam pembuatan paving block dan pemecah ombak, sebuah program yang tidak hanya memberikan kesibukan positif tetapi juga menghasilkan pendapatan bagi mereka.

    Salah satu napi yang merasakan manfaat program ini adalah S (37), yang telah menjalani hukuman selama 12 tahun. Ia mengaku senang dapat menabung dari hasil kerjanya. "Itu memang benar ada premi, premi itu kita per bulan bisa mencapai Rp 800 ribuan. Dan setengahnya diterima cash, setengahnya dimasukkan ke tabungan, " ungkap S kepada Awak Media di workshop Jawara Beton, Lapas Tangerang.

    S, berencana menggunakan tabungannya sebagai modal usaha setelah bebas. Ia diperkirakan akan menghirup udara bebas tahun depan. "Mungkin nanti setelah kita pas pembebasan dari lapas ini, kita bakal gunakan untuk sementara waktu menjalankan untuk modal usaha, " ujarnya.

    S, yang dulunya berprofesi sebagai kuli bangunan, merasa nyaman dengan kegiatan produksi di Lapas. Ia mengaku kesibukan di workshop Jawara Beton lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan kegiatan pertanian yang pernah dijalaninya. "Sebenarnya, jadi kesibukannya lebih, waktu kita lebih banyak untuk mengikuti kesibukan di sini. Kalau di pertanian kesibukannya agak kurang, " tambahnya.

    Program Jawara Beton sendiri digagas oleh Menteri Imigrasi Agus Andrianto sebagai bentuk pembinaan dan unit produksi di Lapas Kelas I Tangerang. Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah batu bara untuk menghasilkan produk konstruksi yang berkualitas.

    Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan Jawara Beton memiliki keunggulan dari segi harga dan kualitas. "Harga untuk produk yang kami hasilkan, karena ini dari limbah, ini bisa lebih rendah dari harga di pasaran, " tuturnya.

    Lebih lanjut, Beni mengklaim bahwa bahan bangunan untuk struktur rumah bisa lebih hemat - /+ 15 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, efisiensi waktu pengerjaan juga sangat signifikan. "Jadi tipe 36 itu bisa 10 persen sampai 15 persen efisiensi dari konvensional, rumah konvensional. Jadi ini lebih efektif, hemat karena lebih cepat. Kalau struktur itu biasa makan waktu 15 hari atau sampai 20 hari, dengan ini 8 jam, 15 jam selesai untuk struktur, " jelas Beni.

    Beni menambahkan bahwa produk Jawara Beton dapat disesuaikan dengan berbagai desain dan tipe rumah, mulai dari tipe 36 hingga tipe 78, bahkan untuk bangunan bertingkat. "Pondasi semua tiang-tiang rangka kolom semua sudah, sudah tersedia. Dan bisa disesuaikan dengan desain yang dimiliki konsumen. Jadi kita bisa sesuaikan, mau tipe berapa sampai tipe 78, tingkat pun bisa, " pungkasnya. (edy)

    lapas tangerang pemberdayaan napi bahan bangunan jawara beton limbah batu bara program kemenkumham
    Admin

    Admin

    Artikel Sebelumnya

    Irdam III/Siliwangi Tutup Turnamen Pencak...

    Artikel Berikutnya

    Menhub Apresiasi Kesiapan Korlantas Polri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polsek Tanjung Mutiara Perketat Pengawasan SPBU Tiku, Cegah Penyalahgunaan Solar Subsidi
    Tim Kapak Merah Polsek IV Nagari Ringkus Pelaku Curanmor, Motor Curian Diamankan di Kelok 44
    Awasi Distribusi Solar Bersubsidi, Polres Agam Intensifkan Pengawasan SPBU di Kawasan Maninjau
    Polri Hadir di Tengah Duka, Kapolsek Tanjung Emas Pimpin Doa Pemakaman Remaja Korban Tenggelam
    Aktivis Anti Korupsi Kabupaten Pekalongan Adukan Dugaan Pengondisian Tender Rp.15 Miliar ke GNPK-RI Pusat

    Ikuti Kami