Kunjungi Program Makan Bergizi SMAN 28 Jakarta, Sony Sonjaya: Optimalisasi dan Inovasi Lingkungan

    Kunjungi Program Makan Bergizi SMAN 28 Jakarta, Sony Sonjaya: Optimalisasi dan Inovasi Lingkungan
    Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya

    JAKARTA - - Suasana penuh semangat menyelimuti SMAN 28 Jakarta pada Jumat (22/5) ketika Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, hadir langsung untuk memantau jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen untuk memastikan setiap nutrisi tersalurkan optimal kepada para siswa.

    Sony tak sungkan turun tangan, memeriksa langsung kualitas hidangan yang disajikan, memastikan ketepatan waktu distribusi, hingga merasakan langsung antusiasme serta respons para penerima manfaat program. Pengalaman langsung ini menjadi kunci untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai efektivitas MBG di sekolah tersebut.

    "Tujuan kami datang langsung untuk memastikan distribusi MBG benar-benar sampai kepada peserta didik, melihat kualitas makanan, serta memastikan ketepatan waktu pendistribusiannya. Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, alhamdulillah semuanya berjalan baik, " ujar Sony Sonjaya, Jumat (22/5).

    Ia menambahkan bahwa dari total 750 siswa di SMAN 28 Jakarta, sebanyak 641 siswa awalnya menyatakan bersedia menerima MBG melalui proses pendataan yang terbuka dan demokratis. Setelah melalui evaluasi lanjutan, tercatat 518 siswa aktif menikmati sajian bergizi ini setiap harinya. Sony sendiri turut merasakan kelezatan hidangan tersebut bersama para siswa.

    "Ini menjadi contoh yang sangat baik bahwa program MBG dijalankan secara demokratis. Yang tidak ingin menerima tidak dipaksakan, sedangkan yang menerima alhamdulillah tetap menikmati program ini dengan baik. Bahkan tadi saya juga makan bersama para siswa, " lanjutnya.

    Lebih dari sekadar urusan perut, Sony terkesan mendalam dengan budaya pengelolaan lingkungan yang tertanam kuat di SMAN 28 Jakarta. Ia mengapresiasi bahwa sekolah ini tidak hanya fokus pada asupan gizi, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pengelolaan sampah makanan secara berkelanjutan.

    Berbagai inovasi lingkungan yang berjalan di sekolah tersebut, seperti budidaya maggot untuk mengolah sampah organik, produksi kompos yang memanfaatkan cairan komposer, praktik pembuatan ekoenzim, hingga pengembangan kebun hidroponik, menjadi bukti nyata komitmen SMAN 28 Jakarta dalam mendidik karakter siswa.

    "Ini luar biasa. Jadi bukan hanya menerima MBG, tetapi siswa juga diajarkan bagaimana mengelola sampah makanan dan buah-buahan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ada budidaya maggot, kompos, ekoenzim hingga hidroponik. Ini pendidikan karakter dan lingkungan yang sangat baik, " ungkapnya. (PERS) 

    gizi nasional program sekolah inovasi pendidikan lingkungan hidup kesehatan siswa berita pendidikan
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    BRI KC Cibubur Dukung Layanan Sosial Yayasan...

    Artikel Berikutnya

    Menhub Apresiasi Kesiapan Korlantas Polri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Polsek Tanjung Mutiara Perketat Pengawasan SPBU Tiku, Cegah Penyalahgunaan Solar Subsidi
    Tim Kapak Merah Polsek IV Nagari Ringkus Pelaku Curanmor, Motor Curian Diamankan di Kelok 44
    Awasi Distribusi Solar Bersubsidi, Polres Agam Intensifkan Pengawasan SPBU di Kawasan Maninjau
    Polri Hadir di Tengah Duka, Kapolsek Tanjung Emas Pimpin Doa Pemakaman Remaja Korban Tenggelam
    Aktivis Anti Korupsi Kabupaten Pekalongan Adukan Dugaan Pengondisian Tender Rp.15 Miliar ke GNPK-RI Pusat

    Ikuti Kami