JAKARTA - Demi menghadirkan sistem lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh penjuru Indonesia, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Polisi Agus Suryonugroho, menyoroti tiga pilar utama: digitalisasi, profesionalisme, dan pelayanan yang berbalut humanisme.
Menurut Irjen Pol Agus Suryonugroho, profesionalisme bukan sekadar jargon, melainkan sebuah mandat yang harus diwujudkan secara nyata oleh setiap personel Korlantas hingga ke lini terdepan. Ia menekankan bahwa setiap arahan dari pimpinan harus mampu diterjemahkan menjadi aksi konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami yakin ketika satu perintah pimpinan, rekan-rekan bisa menjabarkan lebih dari 10 langkah, " ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, Senin (11/05/2026), menggarisbawahi pentingnya eksekusi kebijakan yang melampaui ekspektasi.
Lebih lanjut, pelayanan humanis menjadi fokus krusial, sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Program "Polantas Menyapa dan Melayani" diharapkan terus dikuatkan di semua tingkatan, mulai dari urusan administrasi registrasi dan identifikasi (regident) hingga penegakan hukum dan upaya menjaga keamanan serta keselamatan berlalu lintas.
Irjen Pol Agus Suryonugroho juga mengajak seluruh jajaran untuk lebih gencar menyuarakan dan menggaungkan Hari Keselamatan Lalu Lintas yang diperingati setiap bulan September. Ia berharap kegiatan edukatif seperti safety riding dapat dioptimalkan kembali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkendara yang aman.
Di era serba digital, Irjen Pol Agus Suryonugroho mendorong jajarannya untuk terus berinovasi dalam pengembangan digitalisasi layanan dan transformasi sistem di lingkungan Korlantas Polri. Inisiatif seperti revitalisasi Intelligent Safety Driving Center (ISDC), pengembangan konsep smart city, hingga penguatan sistem penegakan hukum berbasis teknologi menjadi prioritas.
"Digitalisasi di Korlantas ini cukup bagus, masing-masing satuan kerja sudah ada semuanya. Tinggal dimunculkan terus dan ditingkatkan, " imbuhnya, menunjukkan optimismenya terhadap kemajuan teknologi yang telah ada.
Ia juga menginstruksikan agar narasi pelayanan modern dan digitalisasi senantiasa diangkat dalam setiap koordinasi, baik di internal maupun lintas institusi. Pengakuan terhadap personel yang telah bekerja keras secara humanis dan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat juga menjadi perhatiannya.
Menurut Irjen Pol Agus Suryonugroho, potensi personel yang berprestasi harus terus dipantau dan dikelola dengan baik. "Kalau ada personel yang punya potensi dan bekerja dengan baik, itu harus dikelola dan diapresiasi. Karena tidak semua orang bisa melakukan itu, " tegasnya, menggarisbawahi pentingnya penghargaan terhadap kinerja luar biasa. (PERS)

Agus Suryonugroho