JAKARTA - Sebuah terobosan dilakukan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, yang menginstruksikan jajaran Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) di seluruh daerah untuk lebih aktif merangkul berbagai komunitas, khususnya para pengemudi ojek online (ojol). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho menekankan bahwa pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Ia melihat pengemudi ojol sebagai mitra yang tak terpisahkan dari denyut nadi jalanan setiap harinya.
"Rangkul mereka, rangkul seluruh komunitas, jalin silaturahmi, dan ke depan kita akan membentuk Asosiasi Ojol Nusantara, " ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/05/2026).
Menurutnya, para pengemudi ojol memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya sebagai pengguna jalan, tetapi juga sebagai sumber informasi dan masukan berharga bagi kepolisian. Keberadaan mereka di lapangan setiap saat memungkinkan mereka menjadi mata dan telinga yang efektif.
"Mereka bisa menjadi mitra untuk memberikan informasi, berdiskusi, sekaligus membantu menciptakan ketertiban lalu lintas, " jelasnya.
Pengalaman Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat turun langsung ke lapangan pun menunjukkan dampak positif pendekatan ini. Para pengemudi ojol dilaporkan merasa bangga dan dihargai ketika polisi lalu lintas (polantas) menunjukkan kedekatan dan merangkul mereka.
Menyadari hal ini, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa paradigma polantas kini harus bergeser. Penegakan hukum melalui tilang bukan lagi satu-satunya cara, melainkan pendekatan hati dan jalinan silaturahmi menjadi prioritas.
"Ketika masyarakat dirangkul dan diajak membangun kedekatan melalui silaturahmi, mereka merasa bangga dan senang. Dari situ muncul kesadaran sendiri sehingga mereka malu untuk melakukan pelanggaran lalu lintas, " tuturnya.
Inisiatif pendekatan humanis ini sejalan dengan penguatan program “Polantas Menyapa dan Melayani” yang gencar didorong oleh Korlantas Polri di seluruh penjuru negeri. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan membangun sinergi antara polantas dan masyarakat. (PERS)

Agus Suryonugroho