JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan bahwa politik harus lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat dan memberi ruang bagi partisipasi publik.
Pesan tersebut disampaikan dalam Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Forum itu menjadi momentum refleksi perjalanan partai sekaligus pertukaran gagasan mengenai tantangan bangsa.
Sarasehan dibuka Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Wakil Presiden RI ke-11 Prof. Boediono hadir menyampaikan pidato utama.
Forum tersebut juga menghadirkan Prof. Hikmahanto Juwana untuk membahas geopolitik dan hubungan internasional, Prof. Hermanto Siregar mengenai ekonomi dan pembangunan, serta Yenny Wahid, Prof. Siti Zuhro, dan Prof. Greg Barton terkait politik dan demokrasi.
Edhie Baskoro atau Ibas mengatakan persoalan bangsa tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif. Demokrasi, ekonomi, kesejahteraan, geopolitik, hubungan internasional, dan lingkungan saling berkaitan sehingga membutuhkan pemikiran lintas disiplin.
Menurut Ibas, demokrasi harus memberikan ruang bagi suara masyarakat dari tingkat bawah. Representasi politik yang diperoleh melalui pemilu harus digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengarahkan bangsa menuju cita-cita nasional.
Ia juga menilai gagasan kritis kerap lahir dari ruang dialog yang kecil dan terbuka. Karena itu, perbedaan pandangan perlu dikelola melalui diskusi serta digunakan untuk memperkaya proses pengambilan kebijakan.
Ibas mengingatkan bahwa Indonesia memiliki wilayah luas dan masyarakat yang beragam dalam budaya, agama, serta etnis. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan, semangat gotong royong, dan kerja sama seluruh elemen bangsa.
Memasuki usia 25 tahun, Partai Demokrat diajak menghidupkan kembali cita-cita politik yang berorientasi pada keamanan, kemajuan, persatuan, ketersediaan pangan, akses pendidikan dan kesehatan, serta pemberantasan korupsi. Cita-cita tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ibas mengapresiasi para senior dan kader yang menjaga keberlangsungan Partai Demokrat selama seperempat abad. “Tidak ada kata selesai dan sudah, ” ujarnya sambil mengajak seluruh kader menjadikan pengalaman masa lalu sebagai bekal menghadapi tantangan politik dan pembangunan Indonesia. (PERS)

Updates.