JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih, Saiful Chaniago, optimistis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Optimisme tersebut disampaikan menjelang pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih periode 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 17 Oktober 2026.
Pelantikan mengusung tema “APKLI Merah Putih Bersama UKM dan PKL Indonesia Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen Presiden Prabowo Subianto”.
“Kami di APKLI Merah Putih melihat, merasakan, dan terlibat langsung. Program ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo bukan sekadar wacana, tetapi sudah berjalan dan mulai dirasakan PKL serta UMKM. Karena itu, kami optimistis target pertumbuhan 8 persen dapat dicapai, ” ujar Saiful di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Menurut Saiful, optimisme tersebut bertumpu pada sejumlah program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan program tiga juta rumah.
Saiful menilai MBG dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi desa karena melibatkan peternak, petani, pelaku UMKM kuliner, serta pedagang kaki lima dalam rantai pasok bahan pangan. Ia mengklaim program tersebut berpotensi menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp400 triliun per tahun dan memberikan kontribusi sekitar 0, 5–1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Anak-anak memperoleh asupan gizi, sedangkan ekonomi rakyat bergerak. APKLI Merah Putih akan mengawal agar kebutuhan bahan baku MBG dapat melibatkan PKL, UKM, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal, ” katanya.
Pada sektor kelautan, Saiful menilai Kampung Nelayan Merah Putih dapat memperkuat posisi nelayan melalui dukungan kapal, penyimpanan dingin, akses bahan bakar, pembiayaan koperasi, serta koneksi langsung dengan pasar rakyat dan program MBG.
Ia menyebut APKLI Merah Putih memiliki sekitar lima juta anggota yang bergerak di sektor kuliner hasil laut dan pasar ikan. Karena itu, penguatan rantai pasok hasil perikanan dinilai dapat memberikan dampak langsung kepada anggota dan masyarakat pesisir.
Saiful juga menaruh harapan pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai sumber pembiayaan produktif bagi PKL dan UKM. Menurutnya, pembiayaan murah dan pendampingan usaha dapat membantu pelaku ekonomi rakyat keluar dari jeratan rentenir.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi mitra strategis warung kelontong, pasar rakyat, pasar malam, dan bazar, bukan menjadi pesaing. Skema Grosir Nusantara 5 akan mengintegrasikan koperasi dengan pasar rakyat, ” tegasnya.
Selain itu, Saiful menilai rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara, pelaksanaan Sekolah Rakyat, dan program tiga juta rumah berpotensi membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kecil, termasuk tukang, pekerja bangunan, dan pemilik toko material.
Pelantikan APKLI Merah Putih akan dihadiri unsur pimpinan wilayah dan pimpinan cabang dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo.
“APKLI Merah Putih telah menyiapkan Big Data PKL–UKM 2028, Modal Usaha Produktif dan Pendampingan, Yayasan Dana Sosial PKL–UKM Indonesia, sentra rantai pasok, dan Tim Percepatan Badan Perekonomian UMKM RI. Kami siap menjadi kekuatan baru ekonomi rakyat, ” ungkap Saiful.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi peningkatan daya beli, kenaikan omzet usaha kecil, dan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jika ekonomi rakyat kuat, daya beli meningkat, warung kembali ramai, dan PKL semakin sejahtera, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar angka. Bersama Presiden Prabowo Subianto, kita wujudkan Indonesia Emas 2045, ” pungkas Saiful Chaniago. (PERS)

Updates.