Kangkung Tumbuh, Kemandirian Warga Binaan Lapas 1 Tangerang

    Kangkung Tumbuh, Kemandirian Warga Binaan Lapas 1 Tangerang

    Tangerang – Di balik kesederhanaannya, kangkung ternyata menyimpan potensi besar untuk menumbuhkan kemandirian. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, tanaman yang kerap hadir di meja makan ini telah menjadi media penting dalam aktivitas pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan budidaya kangkung, mereka mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar bekerja, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan sesuatu dari usaha yang ditekuni.

    Di lahan pertanian lapas, warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan proses budidaya. Mulai dari menanam bibit, menyiram secara rutin, merawat tanaman agar tumbuh subur, hingga mempersiapkannya untuk dipanen. Rutinitas pekerjaan ini perlahan membentuk karakter mereka menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan menumbuhkan pemahaman bahwa setiap hasil yang baik membutuhkan proses yang dijalani dengan ketekunan.

    Proses pembelajaran tidak berhenti pada saat panen tiba. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka, warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian ini menerima pemberian premi. Penyerahan premi yang dilakukan pada Kamis (3/9) lalu, menjadi dorongan kuat bagi mereka untuk terus aktif dan produktif dalam setiap kegiatan yang dijalani.

    Lebih jauh, hasil dari kegiatan produktif ini turut dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendapatan yang dihasilkan memberikan kontribusi positif terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ini membuktikan bahwa keterampilan yang mereka jalani tidak hanya memberikan pengalaman kerja semata, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi negara.

    Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Tangerang, Imam Fahmi, menekankan pentingnya pemberian premi ini. Menurutnya, premi menjadi penghargaan yang nyata sekaligus menumbuhkan keyakinan warga binaan terhadap kemampuan diri mereka. “Kami ingin warga binaan memahami bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memiliki nilai. Premi ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar mereka terus produktif, bertanggung jawab, dan percaya pada kemampuan diri untuk bekerja serta membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat, ” ujar Imam.

    Senada dengan itu, Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Kerja, Aldri Maitaruna, menjelaskan bahwa keterlibatan langsung dalam seluruh tahapan pekerjaan membekali warga binaan dengan pemahaman mendalam mengenai hubungan antara usaha yang dilakukan dengan hasil yang diperoleh. “Kami ingin pengalaman kerja yang mereka jalani memberi manfaat nyata. Mulai dari menanam, merawat hingga memanen, warga binaan belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan proses, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Premi menjadi bentuk apresiasi atas kerja mereka, sekaligus mendorong produktivitas dan pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan, ” jelas Aldri.

    Dengan demikian, pemanfaatan lahan untuk budidaya kangkung telah menjadi bagian dari dua tujuan yang saling melengkapi. Di satu sisi, warga binaan memperoleh pengalaman berharga dan keterampilan kerja yang dapat diaplikasikan di masa depan. Di sisi lain, lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menghasilkan tanaman pangan yang bernilai.

    Bagi salah seorang warga binaan penerima premi, pengalaman ini memberikan arti tersendiri. Ia mengungkapkan rasa senangnya karena pekerjaan yang dijalani selama mengikuti kegiatan pertanian mendapat penghargaan. “Saya senang karena pekerjaan yang kami lakukan dihargai. Selama ikut bertani, saya belajar bahwa untuk mendapatkan hasil yang baik kami harus disiplin dan mau merawatnya setiap hari. Dari sini saya tidak hanya belajar menanam, tetapi juga belajar bertanggung jawab dan punya semangat untuk terus bekerja ketika nanti kembali ke masyarakat, ” ungkap AS (inisial).

    Pemberian premi ini menjadi bagian yang melengkapi seluruh proses pembinaan. Bukan hanya sebagai bentuk apresiasi atas pekerjaan yang telah dilakukan, tetapi juga sebagai penguat keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memiliki nilai dan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian. Dari lahan yang sederhana, bukan hanya kangkung yang tumbuh. Bersamaan dengan itu, tumbuh pula keterampilan, pengalaman kerja, dan kepercayaan diri yang diharapkan menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk menata kembali kehidupan mereka setelah menyelesaikan masa pidana.(*)

    lapas tangerang pembinaan warga binaan budidaya kangkung kemandirian narapidana program kerja lapas pnbp
    Admin

    Admin

    Artikel Sebelumnya

    Dr. Hendri: Hari Konsumen Nasional, Saatnya...

    Artikel Berikutnya

    Dr. Hendri: Menjadi Negara Maju Bukan Sekadar...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kopka Kadek Parta Kawal Puncak Karya di Pura Khayangan Jagat Puncak Mundi
    Pasiter Kodim Klungkung Hadiri Rakor Kesiapan Verifikasi dan Validasi KDKMP
    Koptu Nengah Adnyana Dampingi Pelaksanaan Pasar Murah
    *Jual Beli Data Pribadi dan Lacak Identitas via Telegram, Tiga Pemuda Ditangkap Polda Jabar*
    *Raup Untung dari Kebocoran Data di Telegram, Tersangka "Doxing" Terancam 9 Tahun Penjara*

    Ikuti Kami