BANGLI, BALI— Rangkaian Karya Besar di Pura Penataran Ageng Taman Bebalang, Kabupaten Bangli, Bali, memasuki tahap akhir. Prosesi penyineban Ida Bethara dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 17 September 2026.
Bupati Bangli SN Sedana Arta turut hadir dalam rangkaian prosesi tersebut. Kehadirannya didampingi Kabag Kesra, Camat Bangli, Lurah Bebalang, serta Bendesa Bebalang.
Karya Besar di Pura Penataran Ageng Taman Bebalang telah berlangsung selama belasan hari. Puncak karya digelar pada 11 September 2026 dan dipuput oleh delapan sulinggih.
Salah satu sulinggih yang memimpin prosesi adalah Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun, yang juga bertindak sebagai Yajamana Karya.

Dalam rangkaian upacara tersebut, sejumlah prosesi keagamaan dilaksanakan, di antaranya Ngenteg Linggih, Nubung Perdagingan, Tawur Balik Sumpah, Mekebat Daun, Ngebekin Mangun Ayu, Mepedudusan Agung, dan Menawa Ratna. Seluruh rangkaian berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Karya besar tersebut disebut digelar setelah sekitar 30 tahun. Pelaksanaannya turut dihadiri sejumlah tokoh puri di Bali serta pejabat pemerintahan.
Selain prosesi keagamaan, kemeriahan karya juga diwarnai berbagai kesenian tradisional dan sakral. Tari wali, tari sakral, tari hiburan, gong gede, slonding, wayang kulit, topeng hingga ngunying menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Pengempon Pura, Sang Ketut Rencana, mengatakan pelaksanaan karya tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan ketulusan masyarakat dalam melaksanakan yadnya.
Menurutnya, kekompakan serta keikhlasan semeton menjadi salah satu faktor penting sehingga seluruh rangkaian karya besar dapat terlaksana.

Dalam prosesi penyineban, Ida Bethara dijadwalkan kesineb pada Wraspati Pahing, Kamis (17/9/2026). Sementara itu, sesuhunan dari pura masing-masing telah kembali ke tempat stana masing-masing pada Rabu (16/9/2026).
Rangkaian Karya Besar di Pura Penataran Ageng Taman Bebalang tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat untuk menjaga tradisi, kebersamaan, serta keberlanjutan pelaksanaan yadnya sesuai tatanan, dresta, dan sastra agama.

Admin